Spiga

Berdamai dengan masa lalu,finally..

Wiken 1 minggu yang lalu, akhirnya kami bertemu untuk yang pertama kalinya setelah 4 bulan. Gosh, perasaan gw ke dia ngga pernah berubah sejak kami berpisah lebih dari 6 bulan yang lalu. Yeah, walau gw tau kalo kami ngga akan pernah bisa menikah karena iman kami berbeda.

Ngga ada yang berubah dari wanita ini, her smile, her laugh and everything on her yang bisa membuat gw jatuh cinta padanya. My gosh, bayangan kebersamaan kami kembali menari – nari di pikiran gw. Enam bulan sejak kami pisah dan 4 bulan ngga ketemu sudah lebih dari cukup buat gw menanti pertemuan kami itu.

Apa yang gw harapkan dari pertemuan itu, bermain – main dengan nostalgia dan kenangan masa lalu yang ga akan pernah bisa terulang ? Damn it! Dan ternyata setelah pertemuan itu membuat gw semakin realistis terhadap kenyataan yang harus gw hadapi. Kami ga bisa menikah, titik! Juga kenyataan kalo masing – masing dari kami sudah mencoba untuk mencari ”seseorang” lain yang lebih realistis untuk dinikahi. Gosh, is it the end of million hopes? Is it the end of our story? Or is it the beginning for the new hopes?

Well, orang bijak bilang satu – satunya cara untuk “move on” adalah dealing with the past dan jangan pernah “lari” dari kenyataan. And that’s really realize me.

Vie, I think it’s time for me to move on (sigh). Thanks for everything that we had through together, you’re the best I ever had.

I wish you happy :)

0 comments: