Spiga

Broken Heart is a Crime!

Broken Heart is a crime!

“Barang siapa yg terbukti sudah menyebabkan orang lain mengalami patah hati dengan segala akibatnya, maka orang tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut secara hukum”
Wuih, bayangkan jika pasal itu ada dalam peraturan hukum dinegara kita. Pasti repot bukan? Walau mungkin efektif untuk menjerat para lelaki atau wanita ”kucing garong”, akibatnya bisa jadi penjara di negara kita menjadi penuh sesak.
Apa sih patah hati?
Patah hati adalah suatu keadaan dimana akibat pemutusan hubungan pribadi, baik itu sepihak maupun tidak sepihak, seseorang mengalami goncangan kejiwaan yang amat sangat (Definisi Bebas, menurut tafsiran penulis)
Kenapa sih patah hati itu berbahaya?
Hm, coba lihat pemberitaan di media cetak, ataupun televisi. Setiap hari ada saja orang bunuh diri akibat patah hati, dari mulai minum baygon, gantung diri, kecelakaan lalu lintas (ya mungkin karena patah hati pikiran jadi tidak konsentrasi, akibatnya nabrak orang deh). Itu semua akibat langsung ya. Akibat tidak langsungnya seperti penyakin menahun yg sukar terdeteksi dan bisa terlihat dari gejala – gejala berikut, yaitu : jantung berdebar – debar dan keluar keringat dingin (apalagi jika mengingat si Dia), mata kedutan (akibat sering menangis), lemas, wasir (lho ko wasir? Iya lah, mungkin karena patah hati badan rasanya enggan beranjak dari tempat duduk), tidak nafsu makan, konsentrasi menurun, mencret – mencret, susah tidur, stress, dll. See? Akibat patah hati itu tidak bisa disepelekan bukan?
Pengalaman menunjukkan
Pernah punya pengalaman patah hati? Well, aku punya. Jadi dulu waktu aku masih muda, aku pernah punya pacar yg kupacari sejak kelas II SMA dan terus berlanjut sampai kami berkuliah di kampus yang sama. Nah, karena satu dan lain hal, hubungan kami berakhir. Tentu aku patah hati! Akibatnya? Mulai dari tidak nafsu makan, hm rasanya kalo liat makanan jadi inget saat – saat makan bersama dia (halah!), bengong di malam minggu, jantung berdebar – debar setiap berangkat ke kampus (takut kalo suatu saat ketemu dia di kampus) sampai susah tidur. Akibatnya? Berat badanku melorot drastis dengan sukses (mungkin ini salah satu resep ideal untuk diet?). Bayangkan berat badanku waktu kuliah yg setipis triplek, jadi lebih tipis lagi. Ternyata walau terlihat sepele, akibatnya lumayan juga mengganggu produktifitas aku.
Atau mau tau pengalaman aku menjadi saksi kisah patah hati salah seorang om ku? Well, dia itu punya pacar yg hubungan mereka sudah berjalan hampir 5 tahun. Tiba – tiba, ada perintah khusus dari orang tua pacarnya supaya pacarnya itu menikah dengan lelaki lain pilihan mereka. Hm, bisa dibayangkan dong bagaimana hancurnya perasaan om ku itu. Waktu itu aku masih kecil banget, tapi aku inget om ku itu berhari – hari berdiam diri di kamarnya dengan lampu dimatikan (itu diem atau bertapa ya?), ga mau makan (sampai harus disuapin sama nenekku), minum berliter – liter coca cola (untungnya coca – cola ya, tapi apa ga kembung tuh perut?) dan aktifitas – aktifitas lainnya yg aku tidak tau (Tiiit, sensor untuk anak kecil!)
Kalo inget pengalaman itu semua, rasanya ko menggelikan ya! Hey, come on bukankah begitu banyak sosok makhluk wanita atau pria di luar sana? Iya tapi patah hati is patah hati, tidak semudah itu juga toh?

Tips Mengatasi Patah Hati.
Believe it or not, saat ini aku pun sedang mengalami patah hati yg kedua kali dalam hidupku (itu bukan berarti aku baru pacaran 2 kali ya, karena tidak semua perpisahan itu dapat mengakibatkan patah hati!). Saat ini karena aku sudah lebih dewasa (tua maksudnya), banyak hal yg bisa dilakukan sehingga kita tidak akan terserang sindrom penyakit akibat patah hati. Caranya? Ya, pake resep klasik yg diwarisi secara turun temurun lah. Bisa dengan merenungi kenapa ya dia itu tidak mensyukuri nikmat yg Tuhan berikan, kesempatan bisa menjadi pacarku kan salah satu anugrah yg Dia berikan. Atau bisa dengan karaokean, nonton film seharian (tp inget jangan sekali2 nonton film yg bergenre romantis, mau yg komedi romantis atau horor – romantis), jalan – jalan, touring, nonton bola, olah raga dan lain – lain.
Atau teman – teman mau berbagi pengalaman ketika patah hati atau tips bagaimana mengatasi itu?

August 21, 2007
5.44 PM

0 comments: